Komitmen Bupati Sidoarjo Tuntaskan Lima Proyek Besar

Komitmen Bupati Sidoarjo Tuntaskan Lima Proyek Besar

JawaPos.com – Bupati Saiful Ilah kembali menegaskan komitmennya untuk menuntaskan lima proyek skala besar. Yakni, pembangunan RSUD di wilayah barat, gedung terpadu, frontage road (FR), jalan lingkar luar timur dan lingkar barat, serta peningkatan kualitas jalan.

Lima proyek dengan alokasi anggaran sangat besar itu ditargetkan rampung pada 2021. Target penuntasan tersebut disesuaikan dengan masa akhir jabatan Saiful sebagai bupati. Komitmen itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di The Sun Hotel, Selasa (21/3).

Menurut Saiful, lima proyek skala besar tersebut merupakan penjabaran visi dan misinya bersama Wabup Nur Ahmad Syaifuddin. Lima tahun ke depan, pembangunan fisik itu diwujudkan. ’’Kelimanya merupakan tujuan dan target pemkab lima tahun ke depan,’’ jelasnya.

Dia memberikan contoh untuk program peningkatan jalan. Ke depan, jalan-jalan di Sidoarjo akan dicor. Tujuannya, memperkuat jalan serta menghemat APBD. Peningkatan kualitas jalan dengan pengecoran tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, setiap tahun, tidak sedikit uang yang digelontorkan pemkab untuk membenahi jalan rusak. ’’Setelah diperbaiki, rusaknya cepat. Lebih baik dicor agar tambah kuat,’’ katanya.

Proyek jalan lain yang bakal diwujudkan adalah jalan lingkar luar timur (JLLT), jalan lingkar barat, serta FR. Rencananya, JLLT membujur dari Sedati hingga Jabon sepanjang 30 km. Saiful menuturkan, jalan itu nanti dibuat menjadi jalan bebas hambatan. Saat ini, tahapannya sampai di pembuatan detailengineering design (DED).

Jalan lingkar barat merupakan jalur alternatif. Akses tersebut menghubungkan wilayah Candi ke Tanggulangin. Panjangnya mencapai 8,8 km. Ruas itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 370 miliar. Untuk FR, saat ini pemkab terus berusaha menuntaskan pembangunan jalan sepanjang 9,2 km tersebut. Akses itu dibuat untuk mengurai kemacetan dari Waru hingga Buduran. Pembangunannya membutuhkan dana Rp 300 miliar.

Lalu, lanjut Saiful, pembangunan RSUD di Sidoarjo wilayah barat. Tepatnya di Desa Tambak Kemeraan, Kecamatan Krian. Tahun lalu, pemkab menyelesaikan studi kelayakannya. Tahun ini, proyek tersebut masuk dalam tahapan pembuatan DED. Rumah sakit itu sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Khususnya bagi warga Wonoayu, Krian, Balongbendo, serta Tarik. Dengan adanya rumah sakit tersebut, warga yang sakit nanti tidak perlu jauh-jauh berobat ke RSUD Sidoarjo. Selain itu, kepadatan RSUD Sidoarjo bisa berkurang.

Proyek besar lain adalah pembangunan gedung terpadu. Nilainya merupakan yang paling besar jika dibandingkan dengan empat proyek lain. Yakni, Rp 800 miliar. Saiful menyatakan, gedung tersebut dibangun untuk meningkatkan pelayanan publik.

Saiful mengakui, lima proyek skala besar itu memerlukan dana yang sangat besar. Jika hanya mengandalkan APBD Sidoarjo, proyek tersebut tidak bakal terealisasi. Bupati yang sudah memimpin Sidoarjo dua periode itu mengungkapkan, salah satu solusinya adalah mencari alternatif sumber pembiayaan. ’’Seperti dari APBN,’’ ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo Achmad Zaini menuturkan, lima program tersebut memang harus tuntas pada 2021. Tahun ini, pemkab akan menuntaskan perencanaan. ’’Pembangunannya dimulai tahun depan,’’ ujarnya.

Soal rencana pembangunan gedung terpadu, menurut Zaini, proyek itu sangat berguna untuk meningkatkan pelayanan pemkab kepada masyarakat. Selain itu, kondisi gedung pemkab kini sudah tidak layak. Saat ini, rencana tersebut mendapatkan lampu hijau dari Bappeda Provinsi Jatim. (aph/c23/hud/sep/JPG)

komitmen-bupati-sidoarjo-tuntaskan-lima-proyek-besa.png
Publish:| Kamis, 22 Mar 2018 | 13:59:51 WIB | dibaca 747 Kali . Administrator|